Wednesday, December 23, 2009

Alat Kelamin Bisa Menyusut Kalau Jarang Beraktivitas Seks

Berhati-hatilah bagi pria yang masih menjomblo hingga usia 40 tahun-an dan jarang melakukan masturbasi. Alat kelamin yang jarang digunakan untuk aktivitas seks ternyata dapat mengalami penyusutan ukuran.

Memang semakin tua usia seseorang semakin tua pula organ-organ tubuhnya. Hal ini memang alamiah, begitu pula halnya dengan organ paling vital pada tubuh manusia yang akan mengalami penyusutan jika tidak sering-sering digunakan.

Seiring dengan bertambahnya usia, fungsi organ pun akan melemah. Otot-otot mulai mengendur, kulit mulai keriput dan tulang semakin rapuh. Tanpa kita sadari, alat vital manusia pun sebenarnya menyusut, bukan hanya karena bertambahnya usia saja, tapi karena jarang digunakan.

“Alat kelamin memang dapat menyusut karena faktor usia, tapi dia juga bisa menyusut kalau tidak pernah atau jarang digunakan,” ujar Dr. Naek L Tobing, seorang pakar seksolog ketika berbincang kepada detikhealth, Kamis (13/8/2009).

“Nggak hanya alat kelamin, semua bagian tubuh manusia akan begitu. Coba lihat saja orang-orang yang sudah tua, kaki dan tangannya jadi mengecil. Begitu juga alat kelamin pria maupun wanita,” ujar Naek.


Seperti pisau yang tidak pernah diasah, lama kelamaan bisa tumpul. Penis pria pun akan semakin mengecil jika tidak difungsikan. “Kalau tidak sering digunakan, ya bisa menyusut juga, walaupun belum tua-tua amat,” ujar Pria lulusan Sex Educator dan Sex Counselor di State University Minessota, Amerika Serikat tersebut.

Pernyataan Naek ini ternyata didukung pula oleh studi yang dimuat dalam Journal of Sexual Medicine. “Sekitar usia 40 tahun, testis ikut menyusut,” ujar Irwin Goldstein, MD, dari Alvarado Hospital, Amerika Serikat, seperti dikutip WebMD, Kamis (13/8/2009).

“Bila pria di usia 30-an saat ereksi ukuran penisnya mencapai 6 inci, di usia 60-70 tahun panjangnya hanya sekitar 5 inci,” ujar Goldstein.

Menurut Goldstein, penyebab mengecilnya penis adalah karena berkurangnya elastisitas lapisan kolagen yang mengelilingi serabut bilik ereksi.

Selain itu, penumpukan deposit lemak yang menyebabkan aliran darah ke penis terhambat adalah salah satu penyebab mengapa penis mengecil atau tampak mengecil, seperti yang dikeluhkan orang-orang obesitas.

Namun menurut Naek, pria-pria lanjut usia yang masih melakukan seks dengan pasangannya akan memiliki penis yang lebih besar ketimbang mereka yang sudah jarang berhubungan intim.

“Coba saja cek pria-pria yang sudah berumur 60 tahun dan jarang melakukan seks dengan istrinya, pasti alat kelaminnya lebih kecil dibanding pria seumuran itu tapi masih melakukan seks,” ujar Naek.

Memang benar, tubuh yang semakin renta akan semakin berkurang kemampuannya dalam melakukan hubungan intim karena hormon testosteron dalam tubuhnya pun semakin menipis. Hal ini mengakibatkan gejala andropause seperti mudah letih, lesu, rambut rontok, libido menurun, penis mengecil, bahkan bisa terjadi impotensi dan masalah sirkulasi darah.

Namun Naek membantah jika seks tidak bisa dinikmati lagi jika sudah tua. “Kata siapa semakin tua nggak bisa melakukan seks lagi? Itu hanya masalah keyakinan diri atau pede saja. Ada juga kok pasangan yang sudah 70 tahun lebih tapi masih senang melakukan seks,” ucapnya.

Oleh karena itu, saran Naek, “Gunakanlah dan nikmatilah setiap kesempatan yang ada untuk melakukan seks dengan istri, atau bagi yang belum berpasangan tidak usah ragu melakukan maturbasi jika sudah tidak tahan.”

“Jangan punya anggapan kebanyakan masturbasi bisa berbahaya, itu nggak bener. Prinsipnya gampang aja, use it or lose it,” ujar Naek. Tapi jika ingin lebih aman, sebaiknya segerakanlah menikah.

0 comments:

Post a Comment